Kunjungan Pejabat Ganggu Konsentrasi Peserta Ujian Nasional

Kompas.com - 25/04/2012, 08:25 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Kunjungan pejabat ke sejumlah sekolah saat pelaksanaan ujian nasional telah mengganggu siswa dalam mengerjakan soal. Oleh karena itu, sejumlah pengawas ujian nasional berharap pejabat tidak masuk ke ruang kelas.

Pengawas Marten Kimbal dari Universitas Sam Ratulangi dan Robert Munaiseche dari Universitas Negeri Manado, Rabu (25/4/2012) pagi, meminta pejabat membatasi diri saat berkunjung ke sekolah.

"Sebaiknya pejabat tidak masuk ruang kelas saat ujian nasional berlangsung," kata Marten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Utara Star Wowor mengatakan, pihaknya juga sudah mengeluarkan pengumuman di sekolah agar tidak meladeni kunjungan pejabat saat ujian nasional berlangsung.

Menurut Star, 27.922 siswa SMP di Sulawesi Utara terdaftar mengikuti ujian nasional. Diperkirakan hanya 1 persen dari jumlah terdaftar yang absen mengikuti ujian nasional.

Selanjutnya, Marten mengatakan, kunjungan pejabat, seperti wali kota dan bupati sampai wakil gubernur, yang disertai pengawalan sangat mengganggu kosentrasi siswa di kelas.

Ia mengkritik acara seremonial yang mengharuskan pejabat daerah membuaka soal di sekolah, yang kenyataan acaranya bertele-tele.

"Sebaiknya acara itu ditiadakan, cukup guru yang membuka soal dan dibagikan ke siswa. Acara seremonial buka soal menghabiskan waktu setengah jam karena pejabat tetap berada di sana menyaksikan siswa mengisi lembaran jawaban," katanya.

Andrew, siswa sekolah swasta di Manado, mengaku kehilangan waktu sekitar 20 menit saat seorang pejabat tinggi Sulawesi Utara terus berada di kelasnya ketika membuka soal. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau